Magelang - BMKG Stasiun Klimatologi Semarang menyelenggarakan Pembukaan Sekolah Lapang Iklim (SLI) Tanggap Covid-19 di Aula Pertemuan Balai Desa Pandean, Kec. Ngablak, Kab. Magelang, Kamis (10/12). Kegiatan ini juga berlangsung secara daring via Zoom Cloud Meeting dan live streaming di Youtube.

Sekolah Lapang Iklim merupakan salah satu upaya BMKG dalam meningkatkan literasi iklim dan desiminasi informasi iklim untuk pertanian, sesuai intruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2011, yaitu Pengamanan Produksi Beras Nasional Dalam Menghadapi Kondisi Iklim Ekstrim.

SLI Tanggap Covid-19 ini diselenggarakan bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan serta keterampilan petani dalam memanfaatkan informasi iklim guna melakukan antisipasi dan adaptasi terhadap dampak iklim ekstrim untuk kegiatan pertanian pada masa pandemi Covid-19 di Kec. Ngablak.

Kegiatan ini mengusung konsep new normal, dimana pelaksanaan kegiatan dilaksanakan secara terbatas dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan Covid-19. Kegiatan ini diikuti oleh 75 orang petani dari Kelompok Tani dari 16 Desa yang ada di Kec. Ngablak.

Selain diberikan materi tentang Informasi Cuaca dan Iklim, Pengaruh Cuaca dan Iklim terhadap tanaman, BMKG juga menyerahkan benih, pupuk dan pestisida kepada 18 Kelompok Tani di Kec. Ngablak, yang diharapkan bisa dimanfaatkan untuk bahan budidaya pertanian dengan menerapkan ilmu/materi yang sudah didapat pada Sekolah Lapang Iklim.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati yang mengikuti acara secara virtual mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kab. Magelang yang telah berkenan bekerja sama melalui Dinas Pertanian dan Dinas-dinas terkait untuk melakukan upaya meningkatkan ketahanan pangan.

"Sebelumnya, kami telah mengadakan kegiatan serupa untuk meningkatkan produksi tomat yang telah menurun, sehingga dapat mengisi pangsa pasar yang memberikan nilai ekonomi yang bertambah. Salah satu tujuan SLI adalah mendukung peningkatan ketahanan pangan. Kami BMKG sifatnya sebagai pendukung dengan memberikan informasi iklim dan cuaca," sebut Dwikorita.

Dwikorita menambahkan, informasi cuaca dan iklim yang disampaikan BMKG diolah dengan pemodelan matematis berdasarkan data dari sensor-sensor AWS (Automatic Weather Station) yang mengukur curah hujan, arah dan kecepatan angin, kelembaban, serta tekanan udara yang tersebar diseluruh Indonesia, sehingga dapat diprediksi kondisi cuaca hari ini sampai 7 hari kedepan.

"Informasi pemodelan ini dapat diakses secara digital melalui aplikasi Info BMKG, dengan harapan seluruh hadirin dalam kegiatan ini dapat meng-install aplikasi tersebut agar para petani dan penyuluh petani bisa melakukan perencanaan seperti apa yang harus dilakukan pada tanaman yang akan panen," imbuhnya.

Dwikorita juga menginformasikan bahwa selama Covid-19 ini, BMKG Jawa Tengah telah mengadakan 5 kegiatan dalam setahun yang mana biasanya hanya ada 1 kegiatan.

Di akhir sambutannya, Kepala BMKG kembali mengingatkan semua pihak untuk mewaspadai dampak La Nina yang berpotensi meningkatkan curah hujan bulanan hingga 20% di atas normal.

"Diperkirakan pada pertengahan Desember curah hujan akan meningkat, sehingga patut diwaspadai potensi bencana hidrometeorologi. Di Magelang ada beberapa wilayah yang rawan longsor, sehingga perlu diantisipasi potensi longsornya. Mohon di cek lereng-lereng apakah ada yang retak. Jika menemukan tanda-tanda tanah longsor pada lereng mohon langsung dilaporkan kepada pihak berwenang," jelasnya.

Membuka acara SLI secara resmi, Dwikorita berharap produk panen petani Ngablak dapat produktif bertambah dan dapat mengimbas pada pemulihan ekonomi Indonesia.

"Semoga semuanya diberikan kesehatan dan kesuksesan dalam menjalankan program SLI, terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu kegiatan ini. Dan semoga kita semua diberikan kesehatan dan kesuksesan dalam menjalankan program SLI," tutupnya.

Kegiatan ini dihadiri oleh Anggota Komisi V DPR RI (secara virtual), Bupati Magelang diwakilkan oleh Asisten II Kab. Magelang, Kepala BMKG Pusat di Jakarta, Deputi Klimatologi BMKG (secara virtual), Kepala Pusat Layanan Informasi Iklim Terapan BMKG (secara virtual), Kepala Balai Besar MKG Wil. II (secara virtual), Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Prov. Jateng (secara virtual), Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kab. Magelang, Camat Ngablak, KUPT BMKG Se-Jawa Tengah & DIY (secara virtual), Kepala Desa Se-Kecematan Ngablak, Tokoh Masyarakat Desa Pandean, Kec. Ngablak, dan Peserta Sekolah Lapang Iklim Tanggap Covid-19

Diharapkan setelah kegiatan SLI ini selesai, para peserta bisa mempraktekan materi yang disampaikan dalam kegiatan pertanian di lingkungan dan kelompoknya, serta selalu memanfaatkan informasi iklim dan musim dalam menunjang pola tanam.


#sliuntukpetani
#pplmitrapetani
#bmkgsedulurepetani
#iklimjateng
#infobmkg
#bmkgjateng
#staklimsemarang
#pahamiiklimuntukkehidupan
#kenaliiklimnyarencanakankegiatannya.