KUMPULAN BERITA / KEGIATAN STAKLIM SEMARANG

Temanggung - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyelenggarakan Sekolah Lapang Iklim (SLI) seiring masuknya masa tanam cabai di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, Selasa (7/7). Lokasi tanam berada di Desa Kalimanggis, Kecamatan Kaloran, Kabupaten Temanggung.

SLI Tahap III Operasional ini dihadiri langsung oleh Kepala BMKG Dwikorita Karnawati, Sekretaris Daerah Kabupaten Temanggung Hary Agung Prabowo, dan diikuti oleh seluruh Stasiun Klimatologi melalui sambungan video conference. Hadir pula secara virtual anggota Komisi V DPR RI, Sudjadi.

"Kegiatan SLI ini adalah bagian dari upaya BMKG turut mengawal stabilitas produksi cabai merah nasional," ungkap Dwikorita usai acara.

Dwikorita mengatakan, pengetahuan akan iklim dan cuaca menjadi bekal penting bagi petani dan juga penyuluh pertanian untuk meningkatkan hasil panen dan menjaga pasokan cabai sepanjang tahun, sehingga dapat membantu mengurangi fluktuasi harga di pasar.

Mengingat, kata Dwikorita, cabai adalah salah satu komoditas pertanian yang menyumbang tinggi rendahnya laju inflasi di Indonesia. Utamanya cabai merah dan cabai rawit. Dan naik turunnya harga cabai selalu dipengaruhi oleh musim.

"Tentunya kami berharap melalui SLI ini hasil panen cabai nantinya bisa lebih meningkat. Begitu juga dengan harga cabai di tingkatan petani," imbuhnya.

Materi yang diberikan selama SLI antara lain pengenalan alat ukur cuaca dan iklim ; tata cara pengamatan unsur cuaca dan agroekosistem ; mengenal perbedaan cuaca dan iklim dan proses pembentukan hujan ; dan iklim dan tanaman.

Selain itu, peserta juga diberi pemahaman informasi prakiraan iklim/ musim dan Iklim ekstrem , cara budidaya cabai ; pengendalian hama dan penyakit tanaman cabai ; teknis pemasaran hasil ; analisis usaha tani ; serta teknik pengubinan.

"Dengan berbagai materi tersebut, petani dapat lebih detail berhitung tentang komoditas tanamnya. Termasuk beradaptasi manakala terjadi cuaca ekstrem yang berdampak pada tanamannya," paparnya.

Dwikorita menambahkan, kegiatan SLI tidak hanya berfokus pada tanaman cabai saja, namun juga pada tanaman-tanaman bahan pokok lainnya seperti beras dan jagung. Melalui SLI, lanjut dia, diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dan penyuluh pertanian dalam memanfaatkan informasi iklim di wilayah kerja sehingga stabilitas produksi tetap terjaga.

"Beda komoditas tentu berbeda pula penanganannya. Oleh karena itu, pengetahuan akan musim dan cuaca sangat berpengaruh terhadap produktivitas komoditas tersebut," pungkas Dwikorita.

Anggota Komisi V DPR-RI Sudjadi menyampaikan apresiasi kepada BMKG karena berperan aktif dalam mengawal komoditas pertanian khususnya di Kabupaten Temanggung. Sudjadi berharap kerjasama BMKG dengan pemerintah Kabupaten Temanggung dapat berlanjut ke komoditas yang lain.

"Ini adalah komoditas ketiga setelah kemarin padi dan bawang merah. Semoga nanti juga bisa ke komoditas lain yaitu tomat dan tembakau yang juga merupakan unggulan dari Temanggung," jelas Sudjadi.

Sebelumnya, acara didahului dengan penanaman cabe perdana secara simbolis oleh Kepala BMKG, Sekda Kabupaten Temanggung, serta pejabat yang hadir di lokasi acara.

SLI Operasional ini akan dilaksanakan selama satu musim tanam. Pertemuan akan dilaksanakan baik secara virtual maupun praktek langsung di lapangan dengan interval yang sudah diatur selama 4 bulan ke depan. Peserta kegiatan terdiri dari 25 petani, 3 PPL, dan 2 Babinsa di wilayah Kecamatan Kaloran, Kabupaten Temanggung.

.